TEKS ULASAN SERDADU PANTAI
TEKS ULASAN
IDENTITAS : Novel Serdadu
Pantai
JUDUL : Serdadu Pantai
PENULIS :
Laode M.
PENERBIT :
Noura Books
KOTA
TEMPAT TERBIT : Jl.
Jagakarsa No. 40 Rt 007/Rw 004 Jakarta Selatan
TAHUN TERBIT :
November 2013
TEBAL HALAMAN :
394 Halaman
SERDADU PANTAI
Ada
4 orang anak yang hidup di Pulau Buton. Anak-anak itu bernama Dayan, Surman,
Paci, dan Suman. Mereka hidup di desa nelayan sebagai anak nelayan. Dayan
adalah tokoh yang menceritakan buku ini. Suman adalah tokoh anak yang dewasa
sebelum waktunya. Poci memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Suman.
Sedangkan Odi adalah anak yang lugu.
Buton, lokasi di kisah ini adalah
sebuah pulau di Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan industri aspalnya.
Namun, tak disangka ternyata di daerah tersebut nyaris tidak beraspal. Walaupun
ada jalan yang beraspal, itupun sudah rusak parah. Kehidupan 4 anak ini tidak
bisa dibilang baik. Mereka jarang melihat nasi. Ikan sudah menjadi makanan
utama mereka. Mengumpulkan kerang dan bulu babi sudah menjadi kebiasaan mereka.
Mengambil koin yang dilempar turis walaupun berbahaya, itu sudah biasa bagi
mereka. Walau begitu, mereka tidak mau ketinggalan pendidikan. Mereka tetap
rajin bersekolah. Mereka juga beranggapan bahwa belajar bisa kapan saja dan
dimana saja. Ibu guru mereka, Ibu Ros mengaari mereka tanpa pamrih. Meski
demikian, mereka tetap berusaha menjalani hidup dengan takwa dan penuh tawa.
Dengan buku ini, kita dapat mengenal
kehidupan di Buton. Saat aspal menjadi satu-satunya tulang punggung di sana.
Gambaran tentang keindahan laut yang ada, pedagang kaki lima yang menawarkan
jajanannya dengan ramah. Kemiskinan yang dialami keempat anak itu, serta
kematian ayah dan ibu Surman dapat memberikan rasa iba kepada pembaca novel
ini.
Jika kita bandingkan dengan Novel Laskar
Pelangi, terdapat banyak kemiripan di dalamnya. Ketika Ibu Ros muncul, cara
mengajarnya pun mirip dengan Ibu Muslimah pada tokoh di Laskar Pelangi. Lalu
Odi yang dikisahkan memiliki radio dengan batrai yang berulang kali dijemur
seperti salah satu tokoh pada Novel Laskar Pelangi. Tetapi setiap buku memiliki
ciri khas sendiri. Sungguh disayangkan jika kreativitas penulis hanya demi
mengikuti kesuksesan buku sejenis.
Membaca buku ini juga memberikan
pelajaran kepada kita. Baik pelajaran hidup maupun pengetahuan. Buku ini sangat
bagus dan bisa memotifasi kita para generasi muda untuk terus semangat belajar
tanpa henti dan selalu berbakti kepada kedua orang tua kita.
Semoga Bermanfaat😊...
iya makasih
BalasHapus